Tabea Supadarame Hawe

Sabtu, 26 Oktober 2024

Melaju ke level 4 pembatik? Wowww

 

Alhamdulillah...saya bisa melaju hingga level 4 pembatik yang artinya saya adalah salah satu guru yang masuk 30 peserta pembatik provinsi Sulawesi Utara. Hal ini menjadi pengalaman pertama bagi saya mengikuti pembatik hingga level 4. Namun, sedikit ada kesedihan karena dari kabupaten Kepulauan Talaud hanya aku sendiri, semoga tahun depan bisa lebih banyak peserta dari Kepulauan Talaud yang lolos 30 besar.

Pada level 4 ini saya mendapatkan pengalaman untuk mengikuti kelas sinkronus beserta 30 peserta lainnya dan dimentori langsung oleh para duta teknologi Sulawesi Utara yang hebat dan keren.  Tidak kalah keren juga 30 besar peserta pembatik ini. Awalnya saya merasa kurang percaya diri, tp saya yakinkan diri ini dengan berkumpul dengan orang hebat maka saya akan mendapatkan pengalaman dan ilmu yang juga luar biasa.


Di kelas sinkronus ini kami mendapatkan penjelasan dari para mentor tentang isi materi modul level 4, kemudian kami juga di bagi menjadi 5 kelompok. Kelompok ini nantinya akan berkolaborasi dalam menyajikan praktik baik masing-masing melalui webinar. Dan Alhamdulillah saya mendapat bagian kelompok satu yang akan melaksanakan webinar di hari minggu tanggal 20 Oktober 2024. Pada sesi ini juga kami mendapatkan berbagai pengalaman seru dan bermakna dari para duta teknologi Sulawesi Utara. Sungguh suatu rejeki dan kesempatan luar biasa yang saya dapatkan bisa tergabung dalam komunitas ini. Semoga saya dapat menyelesaikan semua tugas pada level 4 ini dan melaju pada tahap selanjutnya serta yang paling penting saya dapat memberikan dampak positif bagi rekan-rekan pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Aamiin



Perjuangan Guru di Perbatasan Belajar Pemanfaatan Teknologi

 

Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan kabupaten paling utara di Indonesia. Kepulauan Talaud terdiri dari beberapa pulau dan desa. Beberapa desa di kepulauan Talaud masih mengalami keterbatasan listrik dan sinyal, seperti yang terjadi di desa Dapalan. SMP Negeri 4 Rainis terletak di desa Dapalan. Kepala sekolah SMP Negeri 4 Rainis, ibu Lorina Takasara memiliki keinginan yang begitu besar agar guru-guru memiliki kompetensi yang memadai dalam pembelajaran dan pemanfaatan teknologi sehingga dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan baik. Ibu Lorina menyadari bahwa keterbatasan listrik ataupun sinyal tidak boleh menjadi penghalang bagi para guru untuk dapat menyajikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi para murid di SMP Negeri 4 Rainis. 

Ibu Lorina Takasara selaku kepala sekolah serta ketua kombel Taro Uwasa mengundang penulis untuk dapat berbagi mengenai pembelajaran berdiferensiasi serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Agar dalam proses berbagi lebih lancar, ibu Lorina mencari tempat yang sinyal internet yaitu di desa Tabang. Luar biasa semangat ibu kepala sekolah serta guru-guru dari SMP Negeri 4 Rainis untuk belajar, meskipun lokasi jauh mereka rela untuk naik oto ditengah hujan menuju tempat belajar.

Perjuangan para guru ini membuat penulis terharu dan lebih semangat untuk belajar. Proses berbagi praktik baik berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Para guru membuat produk berupa modul ajar pembelajaran berdiferensiasi serta pemanfaatan teknologi secara sederhana yang bisa diterapkan sesuai dengan keadaan listrik dan sinyal di desa Dapalan. meskipun kami belajar di dalam rumah salah satu guru dengan fasilitas seadanya namun semangat kami tidak pudar. kami sepakat meskipun lokasi SMPN 4 Rainis memiliki keterbatasan listrik dan sinyal bukan berarti para guru tidak belajar memanfaatkan teknologi. Salah satu yang penulis bagikan pada rekan guru yaitu pemanfaatan Canva dalam mendesain modul ajar maupun LKPD. Rekan guru bisa mendesain LKPD dengan canva didaerah yang bersinyal kemudian nanti bisa dicetak kemudian digunakan dalam pembelajaran agar murid lebih senang dalam belajar dan pembelajaran lebih terarah serta tidak hanya bergantung pada buku cetak.
Disamping itu penulis juga berbagi tentang pembuatan media pembelajaran interaktif (MPI), meskipun murid di SMPN 4 Rainis nantinya belum dapat memanfaatkan MPI secara online paling tidak para guru tahu bahwa ada yang namanya media pembelajaran interaktif, sehingga nantinya kami akan sama-sama mepelajari pembuatan MPI yang dapat digunakan dalam kondisi offline.





Biodata dan Portofolio