Kualitas pembelajaran menjadi salah satu indikator yang berpengaruh terhadap hasil belajar murid. Penilaian kualitas pembelajaran dapat dilihat dari interaksi antara guru, peserta didik, dan materi pembelajaran dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Pada tahun ini kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Beo mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama ini proses pembelajaran yang dilakukan penulis menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran namun masih sangat jarang menggunakan pembelajaran berdiferensiasi dan belum kontekstual sehingga kebutuhan murid belum terakomodir dengan baik. Tingkat pemahaman dan minat murid termasuk dalam kebutuhan murid yang harus diutuhi, karena setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tingkat pemahaman murid terhadap suatu materi atau topik sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar. Berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif yang dilakukan pada topik operasi hitung bilangan bulat, tingkat pemahaman murid terbagi menjadi tiga yaitu paham utuh, paham sebagian dan belum paham.
Minat murid juga berpengaruh pada motivasi
belajar. Jika murid belajar sesuai dengan minat mereka, mereka akan lebih
bersemangat untuk belajar. Selain tingkat pemahaman dan minat, pembelajaran
yang kontekstual juga berpengaruh pada motivasi belajar murid. Murid kurang
termotivasi untuk belajar karena mereka menganggap apa yang mereka pelajari di
sekolah tidak dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun guru
sudah menjelaskan manfaat dari materi yang mereka pelajari, murid tetap kurang
termotivasi untuk belajar sebelum mereka mengalaminya sendiri. Seperti halnya
yang terjadi pada pembelajaran dengan materi bilangan bulat, dimana murid
belajar berhitung dan mengetahui manfaat belajar bilangan bulat namun mereka
tidak mempraktikan secara langsung manfaat mempelajari operasi hitung bilangan
bulat.
Dari situasi seperti di atas munculah ide untuk membuat pembelajaran berdiferensiasi Si Pitung Gabut Bersama Candi. Si pitung gabut bersama candi merupakan kepanjangan dari operasi pintar berhitung bilangan bulat bersama cabut undi. Pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran project based learning (PjBL). Dalam pembelajaran ini murid akan membuat menu makanan dalam satu minggu berdasarkan pada kebutuhan kalori harian tubuh serta indeks masa tubuh. Pembelajaran ini menggunakan strategi diferensiasi proses dan diferensiasi produk dengan memperhatikan tingkat pemahaman dan minat murid.
Penasaran ingin melihat pembelajaran berdiferensiasi yang telah saya laksanakan? silahkan saksikan video nya yaa
Pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan sangat menarik, dalam video tersebut siswa terlihat aktif dan antusias, sehingga kebutuhan pserta didik dalam pembelajaran tersebut terpenuhi.
BalasHapusterima kasih pak, semoga pak haris juga dapat berbagi pembelajaran berdiferensiasi juga yaa
BalasHapus